Kamis, 01 Maret 2012

Memaknai Sebuah Ciptaan

Seorang pemahat hebat menemukan batu yang bagus di jalan. Dibawanya batu itu pulang, dipahatnya batu itu, bagian demi bagian, hari demi hari, hingga akhirnya terbentuk sebuah patung artistik dan indah. Terciptalah karya seni bernilai tinggi. Suatu hari, ketika patung itu diikutsertakan dalam sebuah pameran seni, patung itu menjadi pusat perhatian pengunjung, yang berdecak kagum terhadap karya cipta seni yang hebat itu. Salah seorang pengunjung bertanya kepada pemahat itu, “ Bagaimana Anda bisa menciptakan patung yang luar biasa ini?”, si pemahat menjawab :”Saya tidak menciptakan patung ini. Saya hanya memisahkan bagian demi bagian dari sebuah batu yang indah, sisanya adalah benda ini. Sehebat apapun seorang pemahat, takkan tercipta sebuah karya yang hebat, tanpa didahului oleh penciptaan batu yang bagus untuk dipahat. Tuhan telah menyediakan segala sesuatunya bagi  manusia, untuk kebahagiannya. Kita hanya memisahkan bagian demi bagian, melampaui masalah demi masalah yang mengganggu kebermaknaan kehidupan yang indah ini. Kebahagiaan bukanlah berada di akhir perjalanan, tetapi ia hadir saat kita berhasil melampaui setapak demi setapak tantangan di perjalanan. Seorang pemahat yang hebat tidak bangga pada hasil akhir pekerjaannya, tetapi ia puas dan bahagia telah berhasil  memoles serpihan-serpihan batu yang menyelimuti  tubuh patungnya. Seorang pemimpin yang hebat menyadari sepenuhnya, bahwa sesungguhnya dia tidak menciptakan apa-apa, selain meneruskan pekerjaan pemimpin terdahulu,  dia hanya memoles karya cipta pendahulunya. 





Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda sangat berguna bagi 'kemaslahatan' blog ini.Terima kasih atas partisipasinya.