Senin, 29 Maret 2010

Kebohongan

Ada seorang teman yang mengeluh pada saya, ia seringkali merasa dibohongi oleh orang lain. Padahal sudah berusaha waspada. Lalu dia bertanya, bagaimana sih caranya mengenali seseorang yang tergolong pembohong?

Memang menyakitkan bila kita dibohongi orang lain. Apalagi kalau kebohongan itu menyangkut hal-hal yang serius. Ada juga sih kadang-kadang, walau tahu kita dibohongi, tapi senang juga. Seorang isteri yang bilang pada suaminya: kamulah satu-satunya lelaki paling perkasa di dunia ini. Maka, si suami hatinya berbunga-bunga, walaupun sadar bahwa kata-kata isterinya tadi bohong belaka. Begitu juga jika suami berkata: kamulah pelabuhan cinta terakhirku.....oh alangkah indahnya kebohongan seperti ini. Tapi kalau kita mau jujur, siapa sih yang tidak pernah berbohong? ....rasanya kok tidak ada yang acung jari, ya.

Kebohongan yang harus kita hindari, baik dari orang lain maupun diri sendiri tentunya adalah kebohongan yang dapat merugikan kita atau orang lain. Dan, yang perlu kita ingat ada rumus begini: kebohongan biasanya tidak berdiri sendiri. Artinya kebohongan yang satu, walau yang kecil-kecil, akan diikuti oleh kebohongan lainnya. Kalau terbiasa dengan kebohongan kecil, tidak mustahil akan ada kebohongan besar.

Ciri-ciri orang pembohong memang sulit dideteksi. Apalagi bila si pembohong ini memiliki kecerdasan yang cukup tinggi untuk menutupi perasaannya. Sulit menangkap ekspresi sesungguhnya dari orang yang pandai memanipulasi emosionalnya seperti ini. Ini bukan berarti yang berkecerdasan emosional tinggi itu selalu berkonotasi buruk. Yang buruk itu, menggunakan kecerdasan emosionalnya untuk memanipulasi perasaan orang lain. Bahkan, Lie detector pun bisa termanipulasi olehnya.

Namun secara spesifik sebenarnya kita bisa tangkap sinyal kebohongan seseorang dari karakter berikut:
  1. Orang yang pandai bicara, tetapi tidak pandai mendengarkan pendapat orang lain. Orang begini sangat pandai memutarbalik fakta, hanya untuk mendukung pendapatnya..
  2. Kurang memiliki empati. Orang pembohong biasanya kurang memiliki empati. Keseringan berbohong menyebabkan seseorang tidak peka atas penderitaan orang lain. 
  3. Manusia penakut. Seorang penakut, atau lebih tegasnya: pengecut. Seorang pengecut, cenderung tidak bisa berkata atau berbuat jujur. Seorang pengecut, dalam keadaan terdesak untuk menyelamatkan dirinya, tega melakukan pengkhianatan. 
  4. Orang yang sulit meminta maaf. Karena selalu merasa benar, orang begini sulit meminta maaf, sekaligus juga sulit memberi maaf atas kesalahan orang lain.

Nah, kira-kira begitulah ciri-ciri orang pembohong. Mungkin Anda bisa tambahkan ?

2 komentar:

  1. Artikel ini sebelumnya sudah pernah diposting di blog saya yang lama (www.yafiz-syam.blogpot.com).

    BalasHapus
  2. makasih sob telah berbagi...

    setuju saya sob klo yg namanya berbohong itu dapat merugikan kita atau orang lain....

    jadi kita harus menghindari sifat ini...

    saya tunggu coment balasannya di posting saya yg agak lama..

    hehee..

    BalasHapus

Komentar Anda sangat berguna bagi 'kemaslahatan' blog ini.Terima kasih atas partisipasinya.