Senin, 05 April 2010

MERAIH KEBAHAGIAAN DENGAN MENJADI MANUSIA EFEKTIF

Bagaimana menjadi manusia efektif? Banyak sekali artikel, buku, video, dan lain-lain media yang mengungkapkan tentang ini, bahkan mungkin saking banyaknya, membuat anda bosan membaca atau mendengarnya lagi. Anda bosan, terutama karena selalu gagal dalam mencoba memperbaiki diri? Atau anda justeru semakin merasa ‘ngambang’ tidak tahu lagi apa sebenarnya yang dimaksud dengan manusia efektif, karena banyaknya bacaan, ceramah, seminar, atau pelatihan pengembangan diri yang memberikan definisi yang beragam. Apapun keadaan diri anda, semoga tidak menjadikan diri putus asa, tidak kehilangan harapan dalam memperbaiki keadaan diri sekarang. Itu artinya anda akan tetap meneruskan membaca artikel sederhana ini.

Baiklah, berarti anda memang bukan termasuk yang putus asa, buktinya masih membaca artikel ini, hehe kalau tidak, tentu anda sudah terjun dari lantai teratas sebuah mall. Lho, apa hubungannya artikel ini dengan terjun dari lantai atas sebuah mall? Eit, entar dulu. Memang ada hubungannya kok. Saya menulis artikel ini terutama terusik, dengan berita-berita di teve, yang akhir-akhir ini banyak melaporkan kejadian orang yang bunuh diri dengan berbagai cara, diantaranya terjun bebas (artinya gak pake parasut!).

Orang-orang yang bunuh diri itu, pasti anda setuju, selain putus asa, mereka termasuk orang yang tidak bahagia dalam hidupnya. Kalau bahagia ngapain bunuh diri?

Nah, disitulah hubungannya, bukankah blog ini berbicara tentang berbagi kebahagiaan?(...hehe..apa saja, kalau dihubung-hubungkan, pasti terhubung ya!)

Simpelnya, mari kita raih kebahagiaan dengan menjadi manusia efektif. Apa sih manusia efektif itu? Nah, balik lagi. Secara gampangnya, untuk melihat orang yang efektif itu: lihatlah teman baik anda (kalau anda punya teman baik), kalau sewaktu-waktu dia tidak hadir di dekat anda, anda merasakan kehilangan, minimal merasa ada sesuatu yang kurang dalam diri anda. Teman anda itu menjadi contoh manusia efektif. Atau, pernahkah anda mengalami peristiwa ketika anda diundang dalam sebuah rapat penting, anda tidak bisa hadir karena kena flu, lalu rapat ditunda sampai anda bisa hadir kembali? wah, untuk contoh yang terakhir ini menunjukkan anda seorang yang efektif, sangat efektif. Karena banyak orang menanti kehadiran dan peran anda. Sebaliknya, pernahkah anda merasakan, ketika suatu saat anda datang dan bergabung dengan sekelompok orang, lalu satu-persatu mereka meninggalkan anda, dengan berbagai alasan sepele? Nah, dalam hal ini kehadiran anda sangat tidak diharapkan, karena anda tidak berguna, bahkan dipandang dapat menimbulkan bencana! Anda menjadi manusia tidak efektif, menyebalkan, pengganggu, penyebab kerusuhan, dan lain-lain. Yakin dah, anda pasti tidak senang dengan keadaan ini. Anda pasti tidak bahagia.

Mau berubah? Saya akan mengajak anda mendiskusikan bagaimana cara menjadi manusia efektif, ikuti artikel selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda sangat berguna bagi 'kemaslahatan' blog ini.Terima kasih atas partisipasinya.