Minggu, 24 Oktober 2010

ARTI PENTING SEBUAH NAMA


Oleh : Noor Shodiq Askandar
Direktur Lembaga Manajemen Unisma, Malang

William Shakespeare boleh saja bilang apalah arti sebuah nama, karena dianggap tidak berarti apa-apa. Untuk saat itu bisa jadi benar, karena pandangan masyarakat yang sering kali tidak mempersoalkan nama. Bisa jadi karena berbagai sebab, seperti budaya paternalistic yang sangat kental. Dimana tauladan sang tokoh lebih diikuti oleh ummatnya, lebih dari apapun juga.
Akan tetapi, bisa jadi saat ini yang terjadi berbalik seratus delapan puluh derajat. Orang bisa sangat malu dan tidak percaya diri karena sebuah nama. Bisa juga orang sangat bangga karena nama yang disandangnya dengan berbagai deretan gelar yang berjajar.
Begitu juga dalam memasarkan produk, nama menjadi penting. Dengan nama yang tepat, produk akan dapat secara cepat disampaikan ke pasar. Kenapa demikian? Beberapa ahli berpendapat bahwa nama memberikan banyak konsekuensi, antara lain :

Pertama, nama dapat digunakan untuk menunjukkan kelas pasar produk. Misal di Indonesia, masyarakat masih sangat bangga dengan nama yang berbau asing untuk menunjukkan kelas sosial dalam kehidupan. Piere Cardin, KFC, Toni Jack, IFC, McD, Larusso, BBC, Diessel, dan lain sebagainya sadalah sederet nama produk berbau asing, yang tidak mesti berasal dari impor. Hal ini semata untuk menggaet pelanggan agar mempunyai kebanggaan atas produk yang dikonsumsinya.

Kedua, dengan nama kita dapat menunjukkan cita-cita yang ingin diraih. Nama bagi sebagian masyarakat adalah impian masa depan yang ingin direngkuh. Nama Cendika Bangsa misalnya, menggambarkan keinginan untuk menjadikan masyarakat Indonesia ke depan intelek dengan menghadirkan nuansa ilmiah dalam kehidupannya.

Ketiga, nama dapat juga berarti simbul dari kelompok sehingga pasar yang dituju akan lebih spesifik, walaupun tidak menolak semua yang datang menggunakan jasa dan produk yang dihasilkan. Misal dalam dunia pendidikan dan kesehatan, kalangan muslim seringkali menunjukkan dengan label Islam, dan bahkan terkadang diwujudkan dengan identitas ormas yang menaunginya, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Begitu juga penganut Kristiani memunculkan identitas agama sebaga simbul.
Diluar hal yang telah disebutkan, penting sekali bagi pengusaha untuk menghadirkan produk dengan mempertimbangkan tiga aspek tersebut, agar segera memperoleh respon dari calon pelanggan. Dengan demikian, segmentasi, target dan positoningnya setidaknya sudah dapat tergambarkan dari nama yang dimunculkan.
Selain itu ada beberapa hal yang juga harus menjadi bahan pertimbangan, penetapan nama produk usaha, agar memperoleh hasil sebagaimana yang diinginkan. Pertama, nama harus mudah diingat. Dengan membuat nama yang simple akan menjadikan merk mudah diucapkan dan dihafal dalam benak pelanggan. Oleh karena itu tidak perlu membuat nama produk sangat panjang, karena akan menyulitkan pengejaan oleh costumer. Kita telah ditunjukkan produk dengan nama pendek (satu kata) telah sukses di pasar. Honda, Suzuki, Yamaha, Daihatsu, Toyota dan lain sebagainya adalah sederet nama dengan satu kata yang telah sukses merebut dan menguasai pasar. Kedua, menggunakan nama yang sudah sangat dikenal dalam kehidupan sehari hari masyarakat. Ada beberapa rumah makan misalnya menggunakan kata sehari-hari, yang  sangat familiar dalam kehidupan masyarakat. Nikimurah, Sedap, Nikmat, adalah sederet contoh nama yang mengandalkan bahasa kehidupan sehari-hari. Ketiga, untuk produk tertentu dapat menggunakan singkatan dari inisial, nama pemilik atau gabungan antar pemilik. Rudy Hadisuwarno, D n D, Jefry dan lain sebagainya. Di Tanggulangin Sidoarjo, beberapa pengusaha menggunakan nama gabungan untuk sebuah merk agar seperti produk asing, seperti nama Fatimah Azzahro digabung dengan Solikin menjadi Merk Franklin.
Saatnya sekarang kita mengubah pandangan, bahwa nama juga akan dapat memberikan keberuntungan usaha dan bukan tidak berarti apa apa. Dengan nama yang baik, akan dapat menujukkan pula keinginan yang baik dari penciptanya. Bagaimana dengan anda?


Catatan Admin:
Noor Shodiq Askandar adalah sahabat baru saya, ketika sama-sama ikut pelatihan NLP.
Masih banyak tulisan dari beliau, yang dikirim ke email saya. Terima kasih, Gus. Salam berkelimpahan

2 komentar:

  1. Setuju, pak. Seperti namaku, Agus. Ada artinya: Agak Gundul Sedikit...hehehehe

    BalasHapus
  2. @Agus
    Hehe,..saya jg punya teman,namanya Gunawan...Gundul Menawan...

    BalasHapus

Komentar Anda sangat berguna bagi 'kemaslahatan' blog ini.Terima kasih atas partisipasinya.