Senin, 27 Desember 2010

NYALAKAN SAJA LILIN HATI

Mengapa kita harus mengutuk kegelapan? Mengapa kita tidak menyalakan lilin saja? Mari kita sebarkan pikiran positip dan harapan, bukan keluh kesah dan saling menghujat. 

Sesungguhnya hidup ini berjalan utuh dan padu. Namun, karena keterbatasan akal kita, kita kemudian menatap hidup ini secara sepotong-sepotong. Hidup ini selalu dilihat secara fragmentatif dan terpecah. Oleh karena itu, wajar bila kita sering kali khawatir akan banyak hal yang dianggap menyusahkan kita. Padahal, kalu kita dapat melihatnya secara utuh, hidup ini demikian komplet dan meliputi seluruh aspek, yakni baik-buruk, susah-senang, dan seterusnya.

Kalau kita dalam keadaan susah, kita mudah sekali marah dan tersinggung. Kita tidak mencoba melihat sisi lain dari kesusahan yang kita alami, seperti kegelapan yang menghampiri kita. Sadar atau tidak, kita tengah hidup dalam kegelapan selagi kita tidak menyalakan cahaya kehidupan. Bukankah ketika di kamar yang gelap, meski mata kita terbuka lebar, tetap saja kita tidak mampu melihat sesuatu? Itu bukan berarti mata ini tidak mampu melihat, tetapi karena di ruangan itu memang tidak ada cahaya. Kalau saja ada cahaya, tentu kita dapat melihat segala sesuatu dengan jelas dan nyata. Oleh karena itu, kalau kita sedang dalam kegelapan, tidak perlu marah-marah, kecewa, patah arang, kenapa tidak kita nyalakan saja lilin?


Sumber: Komaruddin Hidayat, dalam buku “250 Wisdom”2010, Yayasan Sukma.

14 komentar:

  1. nice post
    memang terkadang hidup bisa terasa sangat sulit, tp kita harus selalu bisa untuk bertahan dlm kesulitan tersebut, dan mencoba untuk tidak mudah marah :)

    BalasHapus
  2. setuju pak.. tapi kadang susah menjaga lilinnya untuk tetap menyala pa, hehe^^

    BalasHapus
  3. iyaaa paa... sekarang banyak orang yang mudah marah dan tersinggung padahal itu blum tentu benar tapi malah di masukan ke hati...

    BalasHapus
  4. @ Maurice,Shelva, Shelvi, thanks, ya..se 7 semuanya dah.

    BalasHapus
  5. saia juga stuju pa ,heheheee .

    BalasHapus
  6. Wah.. postingan yg sangat mencerahkan.. terima kasih atas pencerahannya,,,

    BalasHapus
  7. Thanks, sob. Ditunggu komentar berikutnya....

    BalasHapus
  8. meskipun lilin tidak setrang lampu tapi lilin dapat menerangi di kegelapan....
    semangat untuk menyebarkan hal positif..

    BalasHapus
  9. meskipun lilin tidak setrang lampu tapi lilin dapat menerangi di kegelapan....
    semangat untuk menyebarkan hal positif..

    BalasHapus
  10. tetapi seringkali kita tdk dpt menyalakan lilin seorang diri

    BalasHapus
  11. sebagian dr kita mungkin merasakan bahwa saat ini hidup ini sudah semakin susah, permasalahan kian berat dr hari kehari..
    tetapi percayalah Allah SWT pasti kan membantu umatnya yg kesusahan dan memerlukan pertolongan.
    so, jgn mudh berputus asa dlam menjalani hidup karena setiap masalah bukanlah suatu musibah tetapi sebuah ujian bagi kita untuk menuju yang lebih baik lagi dr yg sekarang..

    BalasHapus
  12. @mely, Adi dan Rahmi and all friends:
    mata kita boleh buta karena kegelapan, tetapi batin harus tetap bercahaya seperti lilin yang menuntun arah......dan, kita tidak sendiri dalam keadaan apapun sepanjang cahaya ilahiah tetap menyala di dalam hati.

    BalasHapus
  13. all.....
    hiduplah seperti lilin, rela berkorban utk melindungi semua org dari kegelapan, trutama utk yg kita kasihi... tanpa pamrih dan tanpa balas jasa

    BalasHapus
  14. muliati 2007310135 benar pa,karena setiap kegelapan pasti ada keterangan seperti Allah SWT menerangi dunia pada pagi hari dan menggelapkan dunia pada mlm hari....begitu pula dengan musibah yang diberikan Allah bukan lach cobaan yang sangat berat tetapi ujian buat kt agar lebih sabar menghadapinya dan Allah tidak mungkin memberi cobaan melebihi batas kemampuan umatnya....

    BalasHapus

Komentar Anda sangat berguna bagi 'kemaslahatan' blog ini.Terima kasih atas partisipasinya.